11
Agu
09

PERAN DAN FUNGSI MAHASISWA DALAM MEMBANGUN BANGSA MELALUI PENDIDIKAN

…………..

Di sana tempat lahir beta

Dibuai dibesarkan bunda

Tempat berlindung di hari tua

Sampai akhir menutup mata

(kutipan lagu “Tanah Air Beta)

Pesta kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 masih menyelimuti bangsa ini, tapi apakah makna dari kemerdekaan itu sendiri masih tetap menyelimuti kita? sebagai manusia yang berpengetahuan dengan semangat nasionalisme tentu petikan lagu di atas bukanlah berarti bahwa Indonesia hanya tempat numpang lahir dengan masa kanak-kanak penuh budaya dan meninggal dunia dengan ‘besar’ tanpa mewariskan sesuatu untuk Indonesia. Walaupun pada kenyataan, banyak dari masyarakat kita yang mengaku meng-Indonesiakan dirinya tetapi tetap tidak meng-Indonesiakan ilmunya.

Mahasiswa sebagai sebutan tertinggi untuk sekolah formal pun seharusnya mempunyai andil yang sangat besar dalam kemajuan ilmu pengetahuan (apapun bentuknya), di mana mereka telah diserahkan tanggung jawab untuk mencari, menemukan, menciptakan sesuatu yang baru dengan bentuk yang jelas tanpa harus ‘melihat’ dulu ke samping kanan-kiri atau ke belakang.

Bila kita bertanya kepada mahasiswa “untuk apa Anda kuliah?”, yang akan banyak kita temui jawabannya adalah “karena tuntutan zaman yang mementingkan gelar”, “untuk mencari pekerjaan sesuai jurusan”, “orang tua yang menyuruh saya kuliah dari pada gak ada kerjaan”, atau yang sedikit idealis akan menjawab “saya  mau menuntut ilmu”, “saya mau menjadi pintar” dan sebagainya. Dalam perjalanannya dapatkah kita menemukan berapa banyak mahasiswa yang mampu mempunyai kreatipitas ilmiahnya sendiri dengan menghasilkan ilmu-ilmu yang seharusnya benar-benar ‘diakui’ dan dapat diterapkan untuk negeri ini tanpa dikekang oleh aturan-aturan yang kadang tidak masuk diakal atau karena ‘seseorang’ takut tersaingi, sehingga ia tetap menjadi anak bangsa Indonesia.

Era reformasi boleh jadi diprakarsai  mahasiswa yang sudah melihat makna ‘keterbukaan’, tapi sangat disayangkan bila hal itu ternyata masih dinaungi oleh orang-orang yang seharusnya berkompeten untuk lebih mengembangkan arus itu justru tetap mengintimidasi secara halus. Sebagai mahasiswa pun, kita harus segera menyadari bahwa sebagai anak bangsa Indonesia yang nasionalis kita harus mau dan mampu membuat diri kita berarti dan besar di negeri sendiri walaupun tak menjadi besar.

Untuk mengetahui seberapa besar peran dan fungsi mahasiswa dalam membangun bangsa melalui pendidikan, ada baiknya kita melihat dan mencermati dahulu LIMAS JARING (jaringan pendidikan yang berhubungan erat berbentuk limas) di bawah ini :

Limas Jaring

Limas Jaring, Malpa 2006

Dari bagan di atas tampak jelas bahwa semua elemen yang ada disetiap sudut mempunyai akhir tujuan satu sudut puncak yaitu sekolah, baik yang bersifat formal maupun informal dengan berisikan para peserta didik.

Apa peran dan fungsi mahasiswa memang tidak usah diperdebatkan lagi, karena sudah jelas mereka berjuang membangun bangsa melalui pendidikan apapun bentuk pendidikan itu (tanpa harus dipaparkan; belajar yang rajin, mengerjakan tugas dari Dosen dengan baik, mengikuti kegiatan mahasiswa, berperilaku baik, dan lain-lain), sehingga benar-benar siap menjadi apapun, dalam mengaplikasikan kemampuan dan keahliannya untuk kembali lagi ke setiap jaringan sudut bawah. Seharusnya yang kita pertanyakan adalah : “Apakah pendidikan saat ini sudah bisa membangunkan bangsa (mahasiswa)?”, “Sudahkah pendidikan membina dan mengembangkan peserta didik seutuhnya sesuai dengan kekhasan masing-masing individu?”.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, kembali lagi kita semua yang berada di dalam jaringan harus sadar dan dapat saling menjaga, agar jaringan itu jangan sampai rusak oleh keegoisan ataupun kepentingan masing-masing pihak dan kembali menjadi orang Indonesia yang meng-Indonesia tanpa harus ikut lomba makan krupuk setiap Agustus.


3 Responses to “PERAN DAN FUNGSI MAHASISWA DALAM MEMBANGUN BANGSA MELALUI PENDIDIKAN”


  1. 1 anz
    September 2, 2009 pukul 9:56 am

    bagossssssssss………….

    lanjutkan!!!

  2. September 2, 2009 pukul 10:20 am

    Mahasiswa atau dapat di sebut siswa didik siap kerja jaman sekarang cenderung berbeda jauh dari jaman terdahulu. jaman sekarang mahasiswa lebih berpandangan lebih mundur dan lebih tidak mempunyai tujuan yang pasti. tidak banyak kuliah hanyalah untuk menyenangkan hati orang tua semata, yang menimbulkan efek buruk terhadap kinerja belajarnya(tidak sesuai cita-citanya melainkan cita-cita orang tuanya), Reformasi memang membuat perbuhan yang berarti tetapi tidak dapat merubah semuanya. yang kita harapkan untuk kemerdekaan sekarang hanya kesadaran yang berarti dari setiap insan muda di tanah air ini. dan mohon maaf apabila ada satu dua kata yang tidak berkenan terima kasih.

  3. September 3, 2009 pukul 2:05 am

    wah tingkat tinggi uy Bahasanya……………
    tapi lumayan ngerti jga……………..

    pko ne bwt kaka,,,,,,,,,,,,,, keren banget tulisannya…
    lanjutin yak!!!!!!!!!

    nta ngedukung…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Agustus 2009
S S R K J S M
    Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Laman

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: